Budaya Bachelor Party dan Sejarahnya

Nusantaraweddingexpo.com – Dalam pernikahan di Indonesia, mungkin budaya pesta bujang terdengar tidak begitu familiar dengan budaya Indonesia. Pesta bujang adalah budaya yang datang dari daerah barat dimana calon pengantin laki-laki mengadakan pesta di satu hari sebelum pernikahan untuk menyambut hari besarnya. Fenomena pesta bujang ini mungkin terdengar seperti budaya modern yang ada di masa ini. Tetapi ternyata, pesta bujang sudah ada sejak tahun 1922. 

Pesta bujang ini atau yang akrab disebut bachelor party ini adalah sebuah ritual perjalanan seorang laki-laki dalam mencari  pasangan. Salah satu kebiasaan pranikah paling awal yang diakui yang dipraktikan oleh pria terjadi pada masa Sparta kuno. Pada jaman itu, tentara Sparta akan saling bersulang pada malam pernikahan teman mereka. Tetapi momen kunci dalam pembentukan tradisi pesta bujang modern yang ada di budaya barat tidak datang dari  masa Sparta kuno ini. Pesta bujang modern datang dari revolusi industry di abad ke-19. 

Dalam revolusi industry in, pesta bujang berasal dari ketika seseorang pindah dari satu kota ke kota lainnya karena masalah pekerjaan. Yang kemudian berujung dengan temannya pergi bersama-sama ke pub terdekat dan membeli bir untuk menikmati waktu bersama. Pada saat itu, pesta ini ditujukkan untuk mempererat hubungan antara teman laki-laki. Setelah itu, perayaan pesta ini juga dirayakan setelah seseorang mengumumkan pernikahan mereka. Setelah revolusi industry, pesta bujang juga mendapatkan pengaruh dari feminisme yang kemudian membuat pesta bujang juga dirayakan oleh kaum wanita.

Dalam pengaruh barat terhadap kultur atau budaya di Indonesia, budaya pesta bujang ini dicerminkan sebagai sebuah pesta yang mengandung minuman beralkohol dan pesta “nakal” yang dilakukan bersama teman-temannya. Tetapi pada jaman modern ini, pesta bujang ini memiliki perubahan pemaknaan. Pesta bujang yang terjadi sekarang lebih berfokus pada melakukan hal yang disukai oleh calon pengantin. Seperti misalnya ada beberapa calon pengantin lebih memilih untuk pergi melakukan fine-dining dan bersepeda ke atas gunung bersama teman-temannya dibandingkan pergi ke bar untuk minum-minum. Tetapi pada akhirnya, pesta bujang tetap dengan tujuannya untuk merayakan pesta pora besar calon pengantin bersama dengan teman dan kelompok persahabatannya di berbagai tahapan kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *